Baca

10/random/ticker-posts

Apa itu System Restore pada Windows

apa itu system restore

Om Swastyastu...

Halo sahabat Devata Komputer, di hari yang indah ini saya akan membagikan sebuah artikel yang membahas salah satu utilitas bawaan sistem operasi Windows, yaitu System Restore.

Jika kamu sering membaca tutorial pada blog ini, pasti kamu pernah mendapat tutorial yang mengharuskan untuk mengubah pengaturan sistem tertentu, misalnya mengubah atau mentweak registry. Tentu saja hal ini sangat  beresiko, bisa menyebabkan error pada Windows.

Pada saat error itulah System Restore beraksi. Kamu bisa menggunakannya untuk mengembalikan pengaturan yang diubah dan membuat Windows “normal” kembali. Nah, pada artikel ini saya akan memberitahu kamu lebih lengkap apa itu System Restore.

kegunaan system restore

Apa itu System Restore?

System Restore merupakan sebuah utilitas yang bisa digunakan pengguna untuk mengembalikan sistem ke sebelumnya yang disebut dengan “restore point” atau titik pemulihan. Diperkenalkan pertama kali oleh Microsoft di Windows Me (Millennium Edition) pada tahun 2000 yang lalu, dan berkembang hingga sekarang sampai Windows 10.

Cara kerja dari System Restore mirip seperti fungsi “Undo” yang sehari – hari sering kita gunakan, namun ini khusus untuk file sistem, registry, aplikasi, pengaturan sistem, dan sebagainya.

Kenapa saya harus menggunakan System Restore?

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, mengubah atau mengutak-atik sistem bisa menyebabkan bencana error. Jika kamu gemar melakukan tweaking pada Windows seperti saya. Sangat dianjurkan untuk membuat restore point dahulu pada System Restore sebelum melancarkan aksi tweaking tersebut. 

Ya, untuk jaga – jaga saja jika terjadi error. Sistem bisa dikembalikan ke saat sebelum melakukan tweaking. 

Kapan sebaiknya saya membuat restore point?

Sebenarnya sih, terserah pengguna. Tapi disini saya akan memberikan waktu yang pas untuk membuat restore point.

1. Sebelum menginstall software.
Apakah kamu suka mencoba berbagai macam software? Jika iya, maka sebelum menginstall software itu di komputer, alangkah baiknya membuat restore point dahulu. Apalagi software itu kurang begitu populer atau dari developer yang kurang jelas, kita tidak tahu hal apa yang mungkin terjadi pada sistem yang disebabkan oleh software tersebut.

2. Sebelum melakukan tweaking pada Registry.
Sebagai seorang yang suka mengutak-atik (tweak) registry, terkadang timbul rasa khawatir jika tweaking yang dilakukan bisa saja menyebabkan sistem Windows tidak berfungsi secara normal atau bahkan gagal booting.

Biasanya jika hal itu terjadi, pasti berakhir dengan memanggil tukang service komputer untuk menginstall ulang Windows. Tentu saja ini akan mengeluarkan biaya bukan?  Masih mending jika kamu bisa install ulang sendiri atau punya saudara yang bisa diminta pertolongannya untuk menyembuhkan komputer kamu. 

Untuk meminimalisir memanggil tukang service karena kecerobohan kecil pada saat mengedit registry, sangat diwajibkan untuk membuat titik pemulihan atau restore point. 

Apakah System Restore menghapus file di My Document seperti gambar, musik, video?

Tentu saja TIDAK!!!. System Restore tidak akan menyentuh file – file pribadi kamu di My Document, apalagi sampai membuatnya lecet, TIDAK AKAN!!!. Jadi kamu tidak perlu khawatir jika data kamu nanti bisa terhapus setelah merestore Windows mengunakan System Restore.

Apakah System restore bisa menghilangkan virus yang menginfeksi Windows?

Jawabannya adalah TIDAK!!!. Virus jaman sekarang sudah bisa menginfeksi data backup-an Windows yang dibuat menggunakan System Restore. Jadi, percuma saja, karena setelah merestore sistem, virusnya juga ikutan di file – file sistem yang direstore.
Jadi kamu akan tetap memerlukan peran antivirus untuk membasmi segala kejahatan virus – virus jahanam itu.

Tambahan:
Dibawah ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan terkait System Restore...

  1. System Restore tidak bisa mengembalikan aplikasi yang telah diuninstall.
  2. System Restore secara bawaan sudah aktif di drive system (C:\), namun dibeberapa kasus tertentu dinonaktifkan. Dan harus diaktifkan secara manual.
  3. System Restore hanya mencadangkan file system, registry, dan pengaturan pada sistem.
  4. System Restore tidak bisa merestore sistem 100%.

Penutup.
Oke sahabat, itulah tadi beberapa pengetahuan tentang System Restore yang ada pada Windows. Jadi, setelah membaca artikel saya ini, kamu akan tahu betapa penting dan bergunanya System Restore. Dan mulai sekarang kamu bisa rutin membuat restore point sebelum melakukan perubahan pada sistem Windows.
Semoga artikel ini bermanfaat, dan terima kasih sudah membaca. Jika penjelasan saya ada yang salah atau kurang, saya mohon maaf.


Om Santih, Santih, Santih, Om...








Post a Comment

0 Comments